Selasar Sunaryo Art Space

Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, West Java, Indonesia. Jl. Bukit Pakar Timur No.100 Bandung – 40198 West Java – Indonesia

(+62) 22 250 7939

(+62) 22 251 6508

Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) adalah sebuah ruang dan organisasi nirlaba yang bertujuan mendukung pengembangan praktik dan pengkajian seni dan kebudayaan visual di Indonesia. Dididirikan pada tahun 1998 oleh Sunaryo, SSAS aktif menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada edukasi publik. Dengan arahan & dukungan dari Yayasan Selasar Sunaryo, fokus utama SSAS adalah pada penyelenggaraan program-program seni rupa kontemporer, melalui pameran, diskusi, residensi & lokakarya.

Sebagai pusat kebudayaan, SSAS menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan disiplin-disiplin seni lain seperti desain, kriya, seni pertunjukan, sastra, arsitektur, dan lain sebagainya. Selain memajang koleksi permanen, SSAS juga menyelenggarakan pameran-pameran tunggal atau bersama yang menampilkan karya-karya para seniman muda dan senior, dari Indonesia maupun mancanegara.

Semua jenis kegiatan di SSAS—mencakup program anak-anak, konser musik, pementasan tetaer, pemutaran film, pembacaan karya sastra, ceramah dan berbagai aktivitas lainnya—dirancang berdasarkan arahan dari Dewan Pertimbangan Kuratorial yang terdiri dari para akademisi, kritikus dan praktisi seni. SSAS juga berkiprah dalam jejaring seni rupa kontemporer internasional melalui kerjasama dengan berbagai insitusi di luar negeri.


Visited 3041 times, 1 Visits today

Add a Review

Rate this by clicking a star below:

 

Orang lain juga mencari

Di MUSEUM BARLI orang dapat melihat perkembangan gaya seni lukis Barli dari masa ke masa, mulai dari aliran realisme, dari masa awal langkah Barli sebagai pelukis, impresionisme dan ekspresionisme. Sayang sekali, karya Barli sebelum tahun empat-puluhan tidak terdapat di Museum, semuanya hilang ketika revolusi.
Museum Barli dibangun sebagai manifestasi kecintaan Barli pada seni lukis sekaligus bertujuan meningkatkan apresiasi seni bagi masyarakat Indonesia. Barli yang dilahirkan di Bandung, 18 Maret 1921, pada awalnya merupakan salah seorang illustrator, dosen, dan pelukis angkatan 1935 bersama dengan Affandi, Hendra Gunawan, Wahdi Sumanta, dan Sudarso. Selain sebagai pelukis, ia dikenal sebagai pendidik yang melahirkan pelukis-pelukis muda lewat Studio Ranggagempol yang didirikan pada tahun 1958.

Pengabdiannya sebagai pelukis sampai akhir hayatnya, berlangsung sejak kecil karena Kegemarannya pada menggambar sudah sejak kecil. Ia pertama kali belajar melukis dari Luigi Nobili, seorang pelukis Italia. Saat itu, Barli merupakan satu-satunya murid bumiputera. Tahun 1950 ia melanjutkan di Acedemie Grande de la Chaumiere, Paris, Perancis dan setahun kemudian di Rijksacademie voor Beeldende Kunsten, Amsterdam, Belanda.

Dari sekian banyak karyanya, salah satu yang tidak banyak diketahui adalah, Barli telah menciptakan lambang Divisi Siliwangi yang pertama pada tahun 1946. Saat itu pembuatannya masih sangat sederhana. Gambar harimau pada setiap emblem, dibuat secara manual di atas kain belacu putih yang dilapisi kertas karton berbentuk bundar dengan garis tengah sekitar delapan sentimeter. Karena tidak sama bentuknya, lambang harimau tersebut kemudian diolok-olok pasukan tentara Belanda dengan julukan “Lieve Poesjes” atau kucing-kucing yang manis karena gambar harimaunya mirip kucing.

Sebagai salah satu bentuk perjalanan seni lukis modern di kota Bandung, Museum Barli dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 640 M2 dengan luas bangunan seluruhnya 1.200 M2. Bangunannya terdiri dari tiga lantai dan terbagi dalam empat ruangan dengan fungsi masing-masing, dimana kita bisa menyaksikan perkembangan seni lukis Barli dan kehidupan pribadinya.

Lantai dasar dinamakan lantai Agung, dimanfaatkan untuk pendidikan, diskusi, dan pegalaran seni. Nama Agung diambil nama putranya, Agung Wiwekaputra. Lantai satu dinamakan Nakisbandiah digunakan untuk ruang pameran. Nama itu diambil dari nama salah seorang istrinya. Bagian sayapnya diberi nama Chandra’s Gallery yang dimanfaatkan untuk ruang pameran.

Lantai dua diberi nama ruang Atikah, dimanfaatkan untuk koleksi pilihan karya Barli Sasmitawinata dan koleksi khusus. Ruangan ini memberi kesan istimewa yang memberikan gambaran kronologis hidup Barli. Bentuk ruangannya melingkar dimana di dalamnya tersimpan karya-karya kubisme dan ekspresionisme Barli. Atikah adalah istri pertama Barli yang memperoleh tempat istimewa. Ia memberi dorongan kuat perjalanan karirnya pada masa-masa awal yang penuh dengan kesulitan. (Sumber)

Posted In  Galeri dan BudayaLokal and  Museum

The Soemardja Gallery didirikan pada lokasi saat ini pada tahun 1993. Sebagai sebuah galeri universitas tertua di Indonesia, Galeri Soemardja berfungsi sebagai pelengkap pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Seni Rupa dan sebagai sumber daya budaya untuk lembaga dan komunitas seni Bandung.

Galeri Soemardja adalah galeri universitas tertua di Indonesia dan di Bandung. Didirikan pada tahun 1974, galeri ini dinamai akhir Syafe’i Soemardja, salah satu arsitek sistem pendidikan seni di Indonesia.

Galeri ini terletak di sisi utara Bandung dan mudah dicapai dengan transportasi umum dan pribadi. Bangunan galeri adalah bagian dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, dan terletak di dekat lapangan rumput dari Aula Timur, dalam kampus Institut Teknologi Bandung.

Sebagai bagian dari lembaga pendidikan, awalnya galeri adalah tempat untuk kalangan akademisi dari ITB untuk memamerkan karya-karya mereka. Saat ini, itu adalah tempat untuk pameran seni kontemporer dan bagi para siswa untuk belajar dan mempelajari pengelolaan pameran dan program seni melalui karya kuratorial dan relawan. Untuk merangsang masyarakat umum yang lebih luas tentang isu-isu seni kontemporer, Galeri Soemardja juga memegang program seni seperti diskusi, seminar dan lokakarya oleh seniman dan ahli seni di bidang nasional, regional dan internasional. Galeri ini juga mengakomodasi praktik seni rupa lainnya, termasuk desain industri, arsitektur, kerajinan, fotografi, dan budaya visual secara umum.

Galeri Soemardja secara teratur menjalankan program seni dan pameran dalam kerjasama dengan,, seniman lokal daerah internasional, berbagai yayasan budaya, dan lembaga seni.

Ruang pameran adalah sekitar 150m2 dan 4m tinggi di satu sisi dan 2,4 meter di sisi lain. Ruang ini dilengkapi dengan fasilitas pencahayaan dan panel dilepas.

Posted In  Galeri dan Budaya and  Lokal

Mie Rampok kini hadir di Bandung. Sebagai pusat dari Mie Rampok yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, Uniknya, makan di sini berarti kita akan diperlakukan seperti “tahanan penjara.” Setiap konsumen yang datang merupakan tahanan bagi Mie Rampok. Sebelum membeli, kita diharuskan masuk ke Ruang Interogasi. Ada dua jenis mie yang ditawarkan di Mie Rampok. Ada mie rampok (mie kering) dan mie begal (mie basah). Level pedas dari kedua jenis mie tersebut adalah dari 0 sampai dengan 100 cabe per porsinya

Posted In  CafeKuliner and  Restoran

Cultivar Coffee House – Terletak di Bandung, salah satu cafe yang menjadi terkenal karena Menu Ice Cafe Latte andalan. Cultivar memiliki menu standar juga seperti Nasi Goreng Cikur dan Beef Sandwich untuk menemani jajan anda. karena interior dan suasana indoor nya lah yang menjadikan Cultivar Coffee House menjadi cafe yang sempurna bagi Anda untuk memiliki yang terbaik kopi segar.

Posted In  CafeCoffee Shop and  Kuliner

One Eighty Coffee and Music – Pengen nyoba sore-sore minum kopi sambil berendem kaki di kolam ?Lokasi tempat ngopi yang cukup strategis, Terbilang tempat yang lagi hitz di Bandung. selain itu nama tempatnya cukup terlihat jelas dari luar. Tempat parkirnya sendiri cukup luas, bisa untuk motor dan mobil. Dari luar sudah terlihat suasanya interior yang nyaman. Ada tempat duduk indoor dan outdoor. Tepat di depan pintu masuknya dan di bagian kolam dalam. Ya, kita bisa duduk di kursi yang ada di dalam kolam. Kalau tempat duduk indoor ada di lantai satu di dekat tempat pembuatan kopi dan salad, serta di lantai dua dimana di lantai ini ada stage untuk live music. Ada lantai tiga yang ramai karena orang-orang banyak foto-foto.

Menu kopi sendiri range harganya 19K – 29 K. Sedangkan menu makanannya kalau saya lihat sekilas lebih dari 25K. Makanannya sendiri ada pasta, pizza, salad, dan masih banyak lagi. Selain masakan western, ada juga masakan Indonesia. Minumannya ada coffee, tea, chocolate, mojito, juice, soda. Oya harganya belum permasuk pajak 10% dan service ya.

Posted In  CafeCoffee ShopHangout and  Kuliner

Cafe D’Pakar Bandung

Tempat makan dengan pemandangan indah adalah yang banyak dicari ketika berada di Bandung. Meskipun makanannya sederhana, tetapi suasana yang berbeda mampu menyedot banyak perhatian. Hal itupun terjadi pada Café D’Pakar. Sebetulnya tempat nongkrong anyar yang tengah hits di Bandung ini belum sepenuhnya rampung. Berawal dari sebuah rumah dengan lahan luas kosong kemudian dirubah menjadi kedai sederhana. Disebut sederhana karena café tersebut masih dalam tahap renovasi sehingga tidak memiliki plang nama, tempat duduk, tenaga kerja, dan menu yang tersedia masih sangat terbatas. Tak heran jika Café D’Pakar ini belum memiliki akun jejaring sosial dan melakukan kegiatan promosi. Meski begitu café ini sudah kedatangan pengunjung. Para konsumen itu umumnya mengetahui tempat ini dari mulut ke mulut.

Café D’Pakar memang mencuri perhatian dengan setting tempatnya yang indah. Menu yang ditawarkan untuk sementara hanya berupa nasi goreng, aneka mie, roti bakar, pisang bakar, kopi, teh, hingga minuman cokelat. Jika ingin menghindari udara dingin atau terik matahari kita bisa duduk di dalam ruangan yang dipenuhi dengan unsur kayu jati. Tetapi bila ingin menikmati pemandangan, silahkan duduk di halaman yang berbentuk terasering dengan bangku-bangku kayu eksotis. Letak antar bangku cukup berjauhan sehingga pengunjung dapat dengan leluasa menikmati pemandangan bukit dan hutan raya juanda yang mistis namun romantis. Barisan pohon pinusnya seperti yang terlihat di film Harry Potter.

Posted In  CafeCoffee ShopHangoutKulinerRestoran and  Wisata

Dusun Bambu Family Leisure Park mencoba untuk mendefinisikan filosofi tersebut dalam bentuk konservasi bambu dengan konsep 6E yang terdiri dari Edukasi, Ekonomi, Etnologi, Etika dan Estetika. Dengan dasar 6E tersebut Dusun Bambu ingin menjadi ekowanawisata pertama yang berada di Jawa Barat.

Cafe berkapasitas 600 orang ini memiliki desain yang bagus, dengan aneka hiasan terbuat dari bambu. Kita dapat memilih untuk makan di dalam ruangan, maupun di luar ruangan. Lokasi di luar ruangan merupakan tempat favorit pengunjung. Kita dapat memilih apakah ingin duduk di kursi atau di bale dengan pemandangan menghadap ke danau dan pegunungan. Wah top deh suasana dan pemandangannya, apalagi menjelang malam. Menu andalan cafe ini adalah Nasi Ayam Bakar Betutu dan Nasi Timbel Burangrang. Tapi harganya tergolong di atas rata-rata, misalnya Rp 45rb untuk nasi goreng, Rp 65rb untuk nasi ayam bakar betutu.

Silahkan mencoba makan di Lutung Kasarung. Kita akan merasakan seperti bersantap di sangkar burung di atas pohon. Karena saung ini dihias seperti sangkar burung dan lokasinya memang di atas, tapi kita tidak perlu memanjat. Unik sekali tempatnya.

Posted In  CafeHiburanMasakan IndonesiaPermainan & WahanaRestoran and  Wisata

Takigawa Meat and Bar In The Sky

Takigawa Meat and Bar In The Sky merupakan salah satu konsep resto yang bisa menjadi referensi makan malam/siang Anda bersama keluarga tercinta. Untuk Anda yang sangat menggemari masakan Jepang sekaligus ingin menikmati keindahan kota kembang Bandung, mungkin restoran yang terletak di Jl. Bukit Pakar Timur 4 Dago Pakar Bandung ini bisa menjadi solusi yang sangat tepat.

Faktor tempat menjadi salah satu daya tarik di Takigawa ini, jadi untuk menuju tempat makannya saja harus naik lift dulu ke lantai 5. Pemandangan yang disajikan yakni Kota Bandung, tepat nya Bandung Utara sih. Udara di sini juga sangat sejuk cenderung dingin.

Walaupun fokus masakannya ada di masakan khas Jepang, Takigawa Meat and Bar In The Sky tidak hanya menyajikan menu masakan khas negeri sakura tersebut, sang pemilik juga menyertai menu western yang juga dapat dinikmati oleh pecinta masakan western. Berbagai menu yang menjadi unggulan dari resto ini antara lain adalah Tuna Salad, Tuna Katsu, Chicken Roll, Ika Salad, Gyoza Dumpling, Tamago Cone, Inari Cone serta Edamame. Untuk Anda pecinta menu masakan yang di panggang dan juga olahan sup, resto ini juga menyediakan menu tersebut diantaranya adalah Mushroom Wrap, Volcano, Catterpilar Roll, Mishosiru, Aspara Bacon dan lainnya.

Posted In  HangoutHiburanKulinerMasakan AsiaMasakan InternasionalRestoran and  Wisata

Lereng Anteng Panoramic Coffee Punclut Bandung

Lereng Anteng Panoramic Coffee tempat yang lagi hitz / trend di bandung berada di Puncak Ciumbuleuit atau kerap di sebut Punclut oleh kita sebagai orang Sunda / Bandung yang punya hobby menyingkat sesuatu hingga kadang terdengar lucu sekaligus unik. Dan yang namanya orang Bandung, udah dijamin tau dong daerah Punclut, salah satu kawasan yang terletak di sebelah utara kota Bandung.

Kawasan Punclut berada didataran tinggi dengan udara pegunungan yang sejuk karena itu jauh dari polusi udara yang ada di daerah perkotaan, disini juga bisa sekalian menikmati pemandangan kota Bandung yang cantik. Udara yang segar dan dingin emang bikin perut merengek minta diisi. Kerena itu di sepanjang jalan Punclut berjejer kiri dan kanan terlihat pedangan makanan khas Sunda.

Selain jadi wisata olah raga juga wisata kuliner, kawasan Punclut juga jadi jalur alternatif yang bisa digunakan kalau kita akan pergi ke daerah Lembang sekaligus menghindari kemacetan apabila melewati jalur arah Bandung ke Lembang.

Nuansa hijau rumput yang bikin segar juga pegunungan yang mengelilingi Lereng Anteng emang jadi Point lebih yang bakal dicari banyak orang. Kalau menengok ke bawah, terdiri dari undakan undakan berumput hijau ada beberapa kemah transparant lengkap dengan meja kecil juga bantal but duduk. Tapi kalau siang, kebayang sih panasnya langsung menyorot kemah. Paling afdol kalau malam berduaan sama doi kesini, karena setiap kemah diberi lampu bohlam. Dijamin romantis.

Harga makanan Rp 8.000-Rp 30.000
Harga minuman Rp 5.000-Rp 30.000

Harga

Nasi ayam tulang lunak Rp 28.000
Nasi ayam penyet Rp 28.000
Leupet Oncom Rp 15.000
Vietnam drip Rp 17.000
Hot lemon tea Rp 15.000

[review_wave_gplaces title=”Lereng Anteng Panoramic Coffee” place_id=”ChIJldcYnNXgaC4RoiYUoqbkxTI” excerpt_len=”360″ min_rating=”1″ num_reviews=”5″ place_hide=”1″ ttl_reviews=”10″]

Posted In  CafeCoffee ShopHangoutHiburanKulinerMakanan KhasPermainan & Wahana and  Wisata