• My Nearest City

Museum

Informasi Daftar alamat dan kontak telepon Museum lokal yang dapat di hubungi di kota Jakarta, Bandung dan kota Indonesia lainnya. Temukan tempat tujuan terdekat di kota anda.

88384245

Jl. Kaliabang, Central Kaliabang, Bekasi City, West Java, Indonesia

09-05

10000000

081280862086

Tempat Parkir, Free Wifi, AC, Smoking Area, ATM, Visa / Master Card / Tunai

Perkenalkan kami dari PT.MULTITECH MITRA SEJATI, merupakan perusahaan International Freight Forwarder yang melayani pengiriman barang import , LCL / FCL, resmi/legal serta peminjaman Perusahaan/Undername ke Indonesia dan Kami mempunyai Agent-Agent di Eropa dan Asia sehingga kami bisa mengerjakan import Ex Works, FOB, C&F, dan CIF JAKARTA.

Posted In  Advertising & Desain GrafisAgen & Biro PerjalananAgensi ModelingApartemenApotekArena/GorArsitek & Desain InteriorAsuransiAsuransi & KeuanganBahasaBandaraBangunan BersejarahBarber ShopBarista & BartenderBela DiriBengkel MobilBengkel MotorBimbelBinatu & LaundryBioskopBroadcasting & PenyiaranCafeChinese FoodClub, Bar & LoungeCoffee ShopCuci KendaraanDealer MobilDealer MotorDental & Dokter GigiDesain & MultimediaDistributor & SupplierDokter HewanEdukasi & KursusElektrikal & MekanikalEnergiEvent OrganizerFarmasiFitness & AerobicGaleri dan BudayaGuest HouseHangoutHiburanHotelIklan BarisIndustri & PerusahaanIndustri LainnyaInternetJasa Angkut & DerekJasa Lain LainJual Beli Kendaraan BekasKarokeKateringKimiaKlinik dan Rumah BersalinKlinik Kulit & KecantikanKolam RenangKomputerKomunitas & Layanan Non ProfitKonsultan IndustriKonsultan ITKontraktorKosanKulinerKursus LainnyaLaboratoriumLayanan dan JasaLingkunganLogistikLokalMakanan KhasManufakturMasakan AsiaMasakan IndonesiaMasakan InternasionalMasakan SundaMedisMemasak & CulinaryMengemudiMineral & LogamMinyak & GasModifikasi, Body Repair & AksesorisMuseumMusik & InstrumentOleh-oleh dan JajananOtomotifPenginapanPengobatan AlternatifPenyewaan Alat CampingPenyewaan Alat PestaPenyewaan Sound SystemPeralatan & PerbaikanPerawatan Tubuh & KecantikanPercetakanPerdaganganPermainan & WahanaPertambanganPet ShopPuskesmasRental KendaraanRestoranRuang PublikRumah SakitSalonSanggar RiasSarana LainnyaSarana Olah RagaSeni & KesenianService CenterSpa, Pijat & MassageStadionStasiunStudio dan Penyewaan FotografiStudio MusikTaman KotaTekstil & GarmentTelekomunikasiTempat RehabilitasiTerminalToko ALat KesehatanToko Alat MusikToko Alat Olah RagaToko Alat Rumah TanggaToko Alat SeniToko BukuToko BungaToko dan PasarToko ElektronikToko Grosir, Retail & EceranToko KomputerToko Kue & RotiToko LainnyaToko Listrik & ElektrikToko ObatToko OnlineToko PakaianToko SelularToko SepatuToko SuvenirTransportasiTravel & ShuttleVillaWeb HostingWisata and  Yayasan

0315322375

Jl. Kayun 16-18, Surabaya, Indonesia. Museum Kanker Indonesia, Embong Kaliasin, Surabaya City, East Java, Indonesia

Museum Kanker Indonesia-YKW, Jl. Kayun 16-18, Surabaya, Indonesia adalah satu-satunya museum kanker di dunia. Sarana pariwisata, sosialisasi/edukasi kanker

Posted In  LokalMuseum and  Yayasan

0313531829

Jl. Garuda No 1, Surabaya, Indonesia. De Javasche Bank, South Krembangan, Surabaya City, East Java, Indonesia

De Javasche Bank merupakan Sebuah Museum Sejarah yang menunjukkan perkembangan ekonomi selama jaman kolonialisasi.

Posted In  Lokal and  Museum

0315634242

Town Square Surabaya First Level I 73, Jl. Hayam Wuruk No. 6, Jawa Timur 60242. De Mata Trick Eye Museum, Sawunggaling, Surabaya City, East Java, Indonesia

Museum 3 Dimensi terbesar di dunia karena menyediakan lebih dari 100 background,dimana kita bisa foto-fotoan dengan gaya suka-suka dan ekspresi gokil.

Posted In  Lokal and  Museum

0315490410

Jl. Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60271. Monumen Kapal Selam, Surabaya, Jalan Pemuda, Embong Kaliasin, Surabaya City, East Java, Indonesia

Setiap hari: 08.00 - 22.00 wib.

0315490410

Monumen Kapal Selam, atau disingkat Monkasel, adalah sebuah museum kapal selam yang terdapat di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Terletak di pusat kota, monumen ini sebenarnya merupakan kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952. Kapal selam ini pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda.

Kapal Selam ini kemudian dibawa ke darat dan dijadikan monumen untuk memperingati keberanian pahlawan Indonesia. Monumen ini berada di Jalan Pemuda, tepat di sebelah Plasa Surabaya. Selain itu di tempat ini juga terdapat sebuah pemutaran film, di mana ditampilkan proses peperangan yang terjadi di Laut Aru. Jika ingin mengunjungi tempat wisata ini, maka akan ditemani oleh seorang pemandu lokal yang terdapat di sana

Ada cerita unik di balik hadirnya monumen Kapal Selam ini. Pada suatu malam Pak Drajat Budiyanto yang merupakan mantan KKM KRI Pasopati 410 (buatan Rusia) ini dan juga mantan KKM KRI Cakra 401 (buatan Jerman Barat), bermimpi diperintahkan oleh KSAL pada waktu itu untuk membawa kapal selam ini melayari Kali Mas. Ternyata mimpi itu menjadi kenyataan. Dia ditugaskan untuk memajang kapal selam di samping Surabaya Plaza. Caranya dengan memotong kapal selam ini menjadi beberapa bagian, kemudian diangkut ke darat, dan dirangkai dan disambung kembali menjadi kapal selam yang utuh.

(Sumber)

Posted In  Lokal and  Museum

0313539000

Taman Sampoerna No.6, Jawa Timur 60163. House of Sampoerna, East Java, Indonesia

Setiap Hari Pk. 09.00 - 22.00

Museum menawarkan pengalaman yang unik bagi pengunjung. Temukan kisah keluarga pendiri dan pengembangan bisnis Sampoerna, dan mengamati fasilitas produksi linting tangan nyata dengan lebih dari 400 perempuan linting rokok pada kecepatan lebih dari 325 batang rokok per jam.

Posted In  Lokal and  Museum

(0651) 40774

Museum Tsunami Aceh, Jalan Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Banda Aceh City, Aceh, Indonesia. Jl. Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23125

Museum Tsunami Aceh (bahasa Inggris: Aceh Tsunami Museum) adalah sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 sekaligus pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi.

Museum Tsunami Aceh dirancang oleh arsitek asal Indonesia, Ridwan Kamil. Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Di dalamnya, pengunjung masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi — untuk menciptakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami. Dinding museum dihiasi gambar orang-orang menari Saman, sebuah makna simbolis terhadap kekuatan, disiplin, dan kepercayaan religius suku Aceh.[2] Dari atas, atapnya membentuk gelombang laut. Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan tsunami.[1]

Bangunan ini memperingati para korban, yang namanya dicantumkan di dinding salah satu ruang terdalam museum, dan warga masyarakat yang selamat dari bencana ini.[2]

Selain perannya sebagai tugu peringatan bagi korban tewas, museum ini juga berguna sebagai tempat perlindungan dari bencana semacam ini pada masa depan, termasuk “bukit pengungsian” bagi pengunjung jika tsunami terjadi lagi.

(Sumber)

Posted In  Galeri dan BudayaLokal and  Museum

+62 986 212303 / +62 986214719

Taman Nasional Teluk Cenderawasih, West Papua, Indonesia

Sen: 7:30 - 16:00 Sel: 7:30 - 16:30 Rab-Jum: 7:30 - 16:00

Teluk Cendrawasih adalah sebuah taman nasional yang terletak di Pulau Papua. Secara administratif, taman nasional ini berada di wilayah Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat, dan Kabupaten Paniai, Propinsi Papua, Indonesia. Taman nasional ini merupakan taman nasional perairan laut terluas di Indonesia. Taman Nasional Teluk Cendrawasih memiliki luas 1.453.500 hektar yang terdiri dari pesisir pantai, daratan, pulau-pulau, terumbu karang, dan perairan.

Teluk Cendrawasih sangat kaya akan flora dan fauna. Tercatat, 14 jenis flora yang dilindungi berada di sini. Sebagian besar terdiri dari jenis pohon kasuarina. Selain itu, di taman nasional ini juga terdapat 36 jenis burung, yang 18 di antaranya dalam status dilindungi. Perairan Teluk Cendrawasih juga tak kalah kayanya. Terdapat 196 jenis moluska, 209 jenis ikan, dan beberapa spesies penyu seperti penyu sisik, penyu hijau, atau penyu belimbing. Anda juga bisa menemui paus dan lumba-lumba hidup bebas di kawasan ini. Kedua jenis hewan ini dapat tinggal dengan tenang sini karena tidak ada pemburu paus ataupun lumba-lumba, serta berlimpahnya makanan yang disediakan Teluk Cendrawasih bagi mereka.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Taman Nasional Teluk Cendrawasih sangat kaya akan ikan. Terdapat kurang lebih 209 jenis ikan di kawasan ini, diantaranya angelfish, butterflyfish, rabbitfish, parrotfish, dan anemonefish. Berbagai jenis moluska juga menghiasi lautan, seperti keong cowries (Cypraea spp.), keong strombidae (Lambis spp.), keong kerucut (Conus spp.), dan lain sebagainya. Satwa-satwa air lain nan eksotis juga tinggal di perairan ini, contohnya penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), lumba-lumba, dan hiu.

Tempat-tempat Menarik
Teluk Cendrawasih menyajikan beragam hal menarik yang siap dijelajahi para pengunjunggnya. Jika ingin melakukan wisata bahari, Pulau Nusrowi, Pulau Yoop, dan Pulau Mioswaar dapat menjadi pilihan yang menarik. Di perairan pulau-pulau ini, pengunjung dapat menikmati keindahan bawah laut yang penuh warna yang sangat cocok digunakan untuk lokasi menyelam. Selain itu, pengunjung juga dapat mengamati perilaku ikan paus dan lumba-lumba yang hidup bebas di sini.

Jika ingin menjelajahi gua, kunjungi saja Pulau Mioswaar. Di sini terdapat gua alam peninggalan zaman purba dan juga sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam. Gua ini merupakan gua bersejarah karena di dalamnya terdapat kerangka leluhur etnik Wandau. Konon, merekalah kelompok manusia pertama yang datang ke pulau ini. Di Pulau Numfor, juga terdapat sebuah gua yang di dalamnya terdapat tengkorak manusia serta piring-piring antik dan peti-perti berukir.

Jika menginginkan pengalaman yang sedikit berbeda, anda bisa mencoba mengunjungi Tanjung Mangguar. Di sini, terdapat gua dalam air dengan kedalaman 100 kaki. Selain itu, terdapat peninggalan-peninggalan dari abad 18 masih bisa dijumpai di beberapa tempat seperti di Wendesi, Wasior, dan Yomber. Umat Kristiani juga banyak yang berkunjung ke gereja di desa Yende (Pulau Roon), hanya untuk melihat kitab suci terbitan tahun 1898.

Selain itu, masih ada Pulau Rumberpon yang menawarkan berbagai pengalaman menarik. Di pulau ini, pengunjung dapat melakukan pengamatan terhadap burung, penangkaran rusa, wisata bahari, dan juga dapat melihat kerangka pesawat tempur Jepang yang tenggelam saat perang dunia II.

Posted In  Galeri dan BudayaLokal and  Museum

0224203393

Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Braga, Bandung City, West Java, Indonesia

Museum Wangsit Mandala Siliwangi adalah museum senjata yang berada di Bandung, Jawa Barat.

Nama Siliwangi sendiri adalah seorang pendiri Kerajaan Pajajaran yang kekuasaanya tak terbatas, konon raja yang arif dan bijaksana serta wibawa dalam menjalankan roda pemerintahaan, sedangkan arti Mandala Wangsit adalah sebuah tempat untuk menyimpan amanat, petuah atau nasihat dari pejuang masa lalu kepada generasi penerus melalu benda-benda yang ditinggalkannya.

Nama jalan tempat museum ini, Jl. Lembong, diambil dari nama Letkol Lembong, salah satu prajurit Siliwangi yang menjadi korban dalam Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil. Sebelumnya jalan itu bernama Oude Hospitaalweg.

Museum Mandala Wangsit terdiri dari alat yang digunakan pada saat perang antara Jepang dan Indonesia. Terdapat beberapa alat yang digunakan pada saat perang, yaitu:

  • Bedug simarame
  • Senjata laras panjang dan pistol
  • Tentang terjadinya Peristiwa Bandung Lautan Api pada tanggal 24 Maret 1946 di Bandung
  • Peristiwa peracunan pada tanggal 17 Februari 1949

Bangunan yang memiliki gaya arsitektur Late Romanticism dibangun pada tahun 1910 sampai 1915 yakni pada masa kolonial Belanda sebagai tempat tinggal perwira Belanda. Namun tempat ini diambil alih oleh pasukan Siliwangi dan digunakan sebagai markas Divisi Siliwangi (Militaire Akademi Bandung) pada tahun 1949-1950 setelah kemerdekaan. Bangunan ini berdiri di atas tanah seluas 4.176 M2 dengan luas bangunan 1.674 m2. Pada Tanggal 23 Mei 1966 bangunan ini dijadikan sebagai Museum Wangsit Mandala Siliwangi yang diresmikan oleh panglima Divisi Siliwangi ke 8 yaitu Kolonel Ibrahim Adjie. Pada Tahun 1979 gedung ini dibangun / direhabilitasi kembali menjadi gedung bertingkat dua, kemudian diresmikan pada tanggal 10 Nopember 1980 oleh Pangdam Siliwangi ke 15 Mayjen Yoga Sugama dan Prasastinya ditandatangani oleh Presiden RI ke 2 (Soeharto)

(Sumber)

Posted In  Lokal and  Museum

0224206195

Museum Pos Indonesia, Citarum, Bandung City, West Java, Indonesia. Jalan Cilaki No. 73, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115

Senin - Jumat 09.00–16.00 Sabtu-Minggu Tutup.

Tempat Parkir

DIBANGUN pada 1920, dan terlihat seperti menyatu dengan bangunan Gedung Sate. Gedung ini sudah berfungsi sebagai museum sejak 1931 dan bernama Museum Pos Telegraph dan Telepon (PTT). Klala itu, sebagian besar koleksinya berupa perangko dari dalam dan luar negeri. Selama masa revolusi, museum ini nyaris terlupakan, hingga baru pada 27 September 1983, museum POS dibuka kembali, setelah dipersiapkan selama kurang lebih tiga tahun. Kini Koleksinya mencakup benda-benda dan peralatan terkait proses sejarah pos dari masa ke masa, mulai dari masa Kompeni dan Bataafsche Republiek (1707-1803), masa pemerintahan Daendels (1808-1811), masa pemerintahan Inggris (1811-1816), masa pemerintahan Hindia Belanda (1866-1942), masa pendudukan Jepang (1942-1945), dan masa Kemerdekaan.
Mulai tahun 2013, museum POS sudah dilengkapi dengan teknologi win audio tour guide yang memudahkan pengunjung untuk berkeliling meseum secara menyenangkan. Audio tourguide merupakan alat yang memiliki tombol angka, pengunjung dapat mendengarkan informasi audio, hanya dengan menekan angka sesuai dengan posisi objek pamer. Museum Pos memiliki lima puluh objek audio guide, dalam bahasa Indonesia dan Inggris. (Sumber)

Posted In  Lokal and  Museum

0222011898

Museum Barli, Sukarasa, Bandung City, West Java, Indonesia

Senin - Sabtu 09.00–17.00 Minggu Tutup.

Tempat Parkir

Di MUSEUM BARLI orang dapat melihat perkembangan gaya seni lukis Barli dari masa ke masa, mulai dari aliran realisme, dari masa awal langkah Barli sebagai pelukis, impresionisme dan ekspresionisme. Sayang sekali, karya Barli sebelum tahun empat-puluhan tidak terdapat di Museum, semuanya hilang ketika revolusi.
Museum Barli dibangun sebagai manifestasi kecintaan Barli pada seni lukis sekaligus bertujuan meningkatkan apresiasi seni bagi masyarakat Indonesia. Barli yang dilahirkan di Bandung, 18 Maret 1921, pada awalnya merupakan salah seorang illustrator, dosen, dan pelukis angkatan 1935 bersama dengan Affandi, Hendra Gunawan, Wahdi Sumanta, dan Sudarso. Selain sebagai pelukis, ia dikenal sebagai pendidik yang melahirkan pelukis-pelukis muda lewat Studio Ranggagempol yang didirikan pada tahun 1958.

Pengabdiannya sebagai pelukis sampai akhir hayatnya, berlangsung sejak kecil karena Kegemarannya pada menggambar sudah sejak kecil. Ia pertama kali belajar melukis dari Luigi Nobili, seorang pelukis Italia. Saat itu, Barli merupakan satu-satunya murid bumiputera. Tahun 1950 ia melanjutkan di Acedemie Grande de la Chaumiere, Paris, Perancis dan setahun kemudian di Rijksacademie voor Beeldende Kunsten, Amsterdam, Belanda.

Dari sekian banyak karyanya, salah satu yang tidak banyak diketahui adalah, Barli telah menciptakan lambang Divisi Siliwangi yang pertama pada tahun 1946. Saat itu pembuatannya masih sangat sederhana. Gambar harimau pada setiap emblem, dibuat secara manual di atas kain belacu putih yang dilapisi kertas karton berbentuk bundar dengan garis tengah sekitar delapan sentimeter. Karena tidak sama bentuknya, lambang harimau tersebut kemudian diolok-olok pasukan tentara Belanda dengan julukan “Lieve Poesjes” atau kucing-kucing yang manis karena gambar harimaunya mirip kucing.

Sebagai salah satu bentuk perjalanan seni lukis modern di kota Bandung, Museum Barli dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 640 M2 dengan luas bangunan seluruhnya 1.200 M2. Bangunannya terdiri dari tiga lantai dan terbagi dalam empat ruangan dengan fungsi masing-masing, dimana kita bisa menyaksikan perkembangan seni lukis Barli dan kehidupan pribadinya.

Lantai dasar dinamakan lantai Agung, dimanfaatkan untuk pendidikan, diskusi, dan pegalaran seni. Nama Agung diambil nama putranya, Agung Wiwekaputra. Lantai satu dinamakan Nakisbandiah digunakan untuk ruang pameran. Nama itu diambil dari nama salah seorang istrinya. Bagian sayapnya diberi nama Chandra’s Gallery yang dimanfaatkan untuk ruang pameran.

Lantai dua diberi nama ruang Atikah, dimanfaatkan untuk koleksi pilihan karya Barli Sasmitawinata dan koleksi khusus. Ruangan ini memberi kesan istimewa yang memberikan gambaran kronologis hidup Barli. Bentuk ruangannya melingkar dimana di dalamnya tersimpan karya-karya kubisme dan ekspresionisme Barli. Atikah adalah istri pertama Barli yang memperoleh tempat istimewa. Ia memberi dorongan kuat perjalanan karirnya pada masa-masa awal yang penuh dengan kesulitan. (Sumber)

Posted In  Galeri dan BudayaLokal and  Museum

+6221 570 3246 Ext. 5166

MUSEUM KEHUTANAN MANGGALA WANABAKTI, Gelora, Central Jakarta City, Special Capital Region of Jakarta, Indonesia. Jl. Gatot Subroto, Senayan, South Jakarta, Indonesia.

Monday - Friday: 09:00 - 15:00 Closed on Saturday, Sunday & Public Holiday

Tempat Parkir

Manggala Wanabakti Museum Kehutanan adalah satu-satunya museum kehutanan di Jakarta Kota . Diakui pada 24 Agustus , 1983 oleh Presiden kedua Republik Indonesia , Bapak Soeharto , bangunan 1.466m2 ini memiliki dua lantai . Koleksi museum ini berjumlah sekitar 883 artefak . Misinya adalah tetap menjadi pusat informasi dan dokumentasi hutan dan kehutanan Indonesia . Pemandu wisata tersedia dalam bahasa Inggris & Indonesia .

ATRAKSI UTAMA
Artefak & Foto exhiiting kehutanan Indonesia .

Posted In  Lokal and  Museum