• My Nearest City

Lokal

Informasi Daftar alamat dan kontak telepon lokal tempat yang dapat di hubungi di kota Jakarta, Bandung dan kota Indonesia lainnya. Temukan tempat tujuan terdekat di kota anda.

0224203393

Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Braga, Bandung City, West Java, Indonesia

Museum Wangsit Mandala Siliwangi adalah museum senjata yang berada di Bandung, Jawa Barat.

Nama Siliwangi sendiri adalah seorang pendiri Kerajaan Pajajaran yang kekuasaanya tak terbatas, konon raja yang arif dan bijaksana serta wibawa dalam menjalankan roda pemerintahaan, sedangkan arti Mandala Wangsit adalah sebuah tempat untuk menyimpan amanat, petuah atau nasihat dari pejuang masa lalu kepada generasi penerus melalu benda-benda yang ditinggalkannya.

Nama jalan tempat museum ini, Jl. Lembong, diambil dari nama Letkol Lembong, salah satu prajurit Siliwangi yang menjadi korban dalam Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil. Sebelumnya jalan itu bernama Oude Hospitaalweg.

Museum Mandala Wangsit terdiri dari alat yang digunakan pada saat perang antara Jepang dan Indonesia. Terdapat beberapa alat yang digunakan pada saat perang, yaitu:

  • Bedug simarame
  • Senjata laras panjang dan pistol
  • Tentang terjadinya Peristiwa Bandung Lautan Api pada tanggal 24 Maret 1946 di Bandung
  • Peristiwa peracunan pada tanggal 17 Februari 1949

Bangunan yang memiliki gaya arsitektur Late Romanticism dibangun pada tahun 1910 sampai 1915 yakni pada masa kolonial Belanda sebagai tempat tinggal perwira Belanda. Namun tempat ini diambil alih oleh pasukan Siliwangi dan digunakan sebagai markas Divisi Siliwangi (Militaire Akademi Bandung) pada tahun 1949-1950 setelah kemerdekaan. Bangunan ini berdiri di atas tanah seluas 4.176 M2 dengan luas bangunan 1.674 m2. Pada Tanggal 23 Mei 1966 bangunan ini dijadikan sebagai Museum Wangsit Mandala Siliwangi yang diresmikan oleh panglima Divisi Siliwangi ke 8 yaitu Kolonel Ibrahim Adjie. Pada Tahun 1979 gedung ini dibangun / direhabilitasi kembali menjadi gedung bertingkat dua, kemudian diresmikan pada tanggal 10 Nopember 1980 oleh Pangdam Siliwangi ke 15 Mayjen Yoga Sugama dan Prasastinya ditandatangani oleh Presiden RI ke 2 (Soeharto)

(Sumber)

Posted In  Lokal and  Museum

0224206195

Museum Pos Indonesia, Citarum, Bandung City, West Java, Indonesia. Jalan Cilaki No. 73, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115

Senin - Jumat 09.00–16.00 Sabtu-Minggu Tutup.

Tempat Parkir

DIBANGUN pada 1920, dan terlihat seperti menyatu dengan bangunan Gedung Sate. Gedung ini sudah berfungsi sebagai museum sejak 1931 dan bernama Museum Pos Telegraph dan Telepon (PTT). Klala itu, sebagian besar koleksinya berupa perangko dari dalam dan luar negeri. Selama masa revolusi, museum ini nyaris terlupakan, hingga baru pada 27 September 1983, museum POS dibuka kembali, setelah dipersiapkan selama kurang lebih tiga tahun. Kini Koleksinya mencakup benda-benda dan peralatan terkait proses sejarah pos dari masa ke masa, mulai dari masa Kompeni dan Bataafsche Republiek (1707-1803), masa pemerintahan Daendels (1808-1811), masa pemerintahan Inggris (1811-1816), masa pemerintahan Hindia Belanda (1866-1942), masa pendudukan Jepang (1942-1945), dan masa Kemerdekaan.
Mulai tahun 2013, museum POS sudah dilengkapi dengan teknologi win audio tour guide yang memudahkan pengunjung untuk berkeliling meseum secara menyenangkan. Audio tourguide merupakan alat yang memiliki tombol angka, pengunjung dapat mendengarkan informasi audio, hanya dengan menekan angka sesuai dengan posisi objek pamer. Museum Pos memiliki lima puluh objek audio guide, dalam bahasa Indonesia dan Inggris. (Sumber)

Posted In  Lokal and  Museum

0222011898

Museum Barli, Sukarasa, Bandung City, West Java, Indonesia

Senin - Sabtu 09.00–17.00 Minggu Tutup.

Tempat Parkir

Di MUSEUM BARLI orang dapat melihat perkembangan gaya seni lukis Barli dari masa ke masa, mulai dari aliran realisme, dari masa awal langkah Barli sebagai pelukis, impresionisme dan ekspresionisme. Sayang sekali, karya Barli sebelum tahun empat-puluhan tidak terdapat di Museum, semuanya hilang ketika revolusi.
Museum Barli dibangun sebagai manifestasi kecintaan Barli pada seni lukis sekaligus bertujuan meningkatkan apresiasi seni bagi masyarakat Indonesia. Barli yang dilahirkan di Bandung, 18 Maret 1921, pada awalnya merupakan salah seorang illustrator, dosen, dan pelukis angkatan 1935 bersama dengan Affandi, Hendra Gunawan, Wahdi Sumanta, dan Sudarso. Selain sebagai pelukis, ia dikenal sebagai pendidik yang melahirkan pelukis-pelukis muda lewat Studio Ranggagempol yang didirikan pada tahun 1958.

Pengabdiannya sebagai pelukis sampai akhir hayatnya, berlangsung sejak kecil karena Kegemarannya pada menggambar sudah sejak kecil. Ia pertama kali belajar melukis dari Luigi Nobili, seorang pelukis Italia. Saat itu, Barli merupakan satu-satunya murid bumiputera. Tahun 1950 ia melanjutkan di Acedemie Grande de la Chaumiere, Paris, Perancis dan setahun kemudian di Rijksacademie voor Beeldende Kunsten, Amsterdam, Belanda.

Dari sekian banyak karyanya, salah satu yang tidak banyak diketahui adalah, Barli telah menciptakan lambang Divisi Siliwangi yang pertama pada tahun 1946. Saat itu pembuatannya masih sangat sederhana. Gambar harimau pada setiap emblem, dibuat secara manual di atas kain belacu putih yang dilapisi kertas karton berbentuk bundar dengan garis tengah sekitar delapan sentimeter. Karena tidak sama bentuknya, lambang harimau tersebut kemudian diolok-olok pasukan tentara Belanda dengan julukan “Lieve Poesjes” atau kucing-kucing yang manis karena gambar harimaunya mirip kucing.

Sebagai salah satu bentuk perjalanan seni lukis modern di kota Bandung, Museum Barli dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 640 M2 dengan luas bangunan seluruhnya 1.200 M2. Bangunannya terdiri dari tiga lantai dan terbagi dalam empat ruangan dengan fungsi masing-masing, dimana kita bisa menyaksikan perkembangan seni lukis Barli dan kehidupan pribadinya.

Lantai dasar dinamakan lantai Agung, dimanfaatkan untuk pendidikan, diskusi, dan pegalaran seni. Nama Agung diambil nama putranya, Agung Wiwekaputra. Lantai satu dinamakan Nakisbandiah digunakan untuk ruang pameran. Nama itu diambil dari nama salah seorang istrinya. Bagian sayapnya diberi nama Chandra’s Gallery yang dimanfaatkan untuk ruang pameran.

Lantai dua diberi nama ruang Atikah, dimanfaatkan untuk koleksi pilihan karya Barli Sasmitawinata dan koleksi khusus. Ruangan ini memberi kesan istimewa yang memberikan gambaran kronologis hidup Barli. Bentuk ruangannya melingkar dimana di dalamnya tersimpan karya-karya kubisme dan ekspresionisme Barli. Atikah adalah istri pertama Barli yang memperoleh tempat istimewa. Ia memberi dorongan kuat perjalanan karirnya pada masa-masa awal yang penuh dengan kesulitan. (Sumber)

Posted In  Galeri dan BudayaLokal and  Museum

+62 22 253 4242

Galeri Soemardja, Lebak Siliwangi, Bandung City, West Java, Indonesia. Faculty of Art and Design Bandung Institut of Technology, JL. Ganesha, No. 10, Jawa Barat 40132

Mon-Fri: 9:00 am - 4:00 pm

Tempat Parkir

The Soemardja Gallery didirikan pada lokasi saat ini pada tahun 1993. Sebagai sebuah galeri universitas tertua di Indonesia, Galeri Soemardja berfungsi sebagai pelengkap pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Seni Rupa dan sebagai sumber daya budaya untuk lembaga dan komunitas seni Bandung.

Galeri Soemardja adalah galeri universitas tertua di Indonesia dan di Bandung. Didirikan pada tahun 1974, galeri ini dinamai akhir Syafe’i Soemardja, salah satu arsitek sistem pendidikan seni di Indonesia.

Galeri ini terletak di sisi utara Bandung dan mudah dicapai dengan transportasi umum dan pribadi. Bangunan galeri adalah bagian dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, dan terletak di dekat lapangan rumput dari Aula Timur, dalam kampus Institut Teknologi Bandung.

Sebagai bagian dari lembaga pendidikan, awalnya galeri adalah tempat untuk kalangan akademisi dari ITB untuk memamerkan karya-karya mereka. Saat ini, itu adalah tempat untuk pameran seni kontemporer dan bagi para siswa untuk belajar dan mempelajari pengelolaan pameran dan program seni melalui karya kuratorial dan relawan. Untuk merangsang masyarakat umum yang lebih luas tentang isu-isu seni kontemporer, Galeri Soemardja juga memegang program seni seperti diskusi, seminar dan lokakarya oleh seniman dan ahli seni di bidang nasional, regional dan internasional. Galeri ini juga mengakomodasi praktik seni rupa lainnya, termasuk desain industri, arsitektur, kerajinan, fotografi, dan budaya visual secara umum.

Galeri Soemardja secara teratur menjalankan program seni dan pameran dalam kerjasama dengan,, seniman lokal daerah internasional, berbagai yayasan budaya, dan lembaga seni.

Ruang pameran adalah sekitar 150m2 dan 4m tinggi di satu sisi dan 2,4 meter di sisi lain. Ruang ini dilengkapi dengan fasilitas pencahayaan dan panel dilepas.

Posted In  Galeri dan Budaya and  Lokal

(+62) 22 250 7939

Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, West Java, Indonesia. Jl. Bukit Pakar Timur No.100 Bandung – 40198 West Java – Indonesia

(+62) 22 251 6508

Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) adalah sebuah ruang dan organisasi nirlaba yang bertujuan mendukung pengembangan praktik dan pengkajian seni dan kebudayaan visual di Indonesia. Dididirikan pada tahun 1998 oleh Sunaryo, SSAS aktif menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada edukasi publik. Dengan arahan & dukungan dari Yayasan Selasar Sunaryo, fokus utama SSAS adalah pada penyelenggaraan program-program seni rupa kontemporer, melalui pameran, diskusi, residensi & lokakarya.

Sebagai pusat kebudayaan, SSAS menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan disiplin-disiplin seni lain seperti desain, kriya, seni pertunjukan, sastra, arsitektur, dan lain sebagainya. Selain memajang koleksi permanen, SSAS juga menyelenggarakan pameran-pameran tunggal atau bersama yang menampilkan karya-karya para seniman muda dan senior, dari Indonesia maupun mancanegara.

Semua jenis kegiatan di SSAS—mencakup program anak-anak, konser musik, pementasan tetaer, pemutaran film, pembacaan karya sastra, ceramah dan berbagai aktivitas lainnya—dirancang berdasarkan arahan dari Dewan Pertimbangan Kuratorial yang terdiri dari para akademisi, kritikus dan praktisi seni. SSAS juga berkiprah dalam jejaring seni rupa kontemporer internasional melalui kerjasama dengan berbagai insitusi di luar negeri.

Posted In  Coffee ShopGaleri dan BudayaKuliner and  Lokal

(022) 2531065

Congo Gallery & Cafe, Bandung, West Java, Indonesia. Jl. Rancakendal Luhur No.8, Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat 40191

Setiap Hari Pk 10.00 s/d 23.00

BERAWAL dari keinginan para pengunjung Galeri Congo untuk menikmati suguhan minuman, Congo Cafe didirikan pada 2008 oleh Andre Dwijaya (36). Konsep kafe ini adalah menyajikan kopi di sore hari yang bisa dinikmati dalam suasana santai. Biji kopi di kafe ini sendiri didatangkan dari Australia dan merupakan jenis kopi yang kadar keasamannya rendah.

Salah satu menu unggulan dari Congo Cafe adalah Cappuccino. Busa susu dari proses frothing-nya sangat lembut dan dengan pas bercampur dengan espresso-nya. Bagi pecinta kopi, rasa Capuccino ini juga sangat nikmat walau disajikan tanpa dengan gula. Merupakan salah satu kafe terbesar di kawasan Rancakendal, Congo memiliki kapasitas hingga untuk 200 orang. Dengan sofa dan meja kayu berukuran besar, Congo sering dikunjungi oleh grup-grup kecil yang menyeruput kopi sambil mengobrol, bersantai, dan menikmati suasana alam pegunungan. (Dok. PR)

Posted In  CafeCoffee ShopGaleri dan BudayaKulinerLokal and  Restoran

+6221 717 962 64

Biasa, Jalan Kemang Raya, Bangka, South Jakarta City, Special Capital Region of Jakarta, Indonesia. Jl. Kemang Raya 20 – 2nd Floor, South Jakarta 12730, Indonesia.

Tuesday - Sunday: 11:00 - 18:00 Closed on Monday

+62 361 725735

BIASA ArtSpace didirikan oleh Susanna Perini sebagai respon alami untuk berbagai pertemuan dia dengan seniman muda di Jawa dan Bali. Hosting galeri pertama pembukaan pameran pada tahun 2005, niat Susanna adalah untuk menyajikan seniman progresif Indonesia dan Internasional untuk kedua pengunjung dan penduduk Bali selama waktu di mana ada sedikit pengetahuan atau dukungan untuk seni kontemporer di pulau.

Selama bertahun-tahun, BIASA ArtSpace telah tumbuh menjadi sebuah wadah yang berbeda di mana seniman diundang untuk berdialog dan berinteraksi dengan masyarakat umum. Pameran dan proyek dipentaskan di ruang galeri mereka sendiri di Bali dan Jakarta atau bekerjasama dengan lembaga-lembaga seni dan pemerintah nasional dan internasional telah semakin menjadi titik acuan dalam perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia.

Hosting berbagai solo dan kelompok pameran, BIASA ArtSpace telah disajikan banyak sangat diakui dan up-dan-datang seniman termasuk: Jumaldi Alfi, Matteo Basile, Enzo Cucchi, Heri Dono, FX Harsono, Indieguerillas, Samuel Indratma, Mella Jaarsma, Budi Kustarto, Kirsty Ludbrook, Eko Nugroho, Sara Nuytemans, Arya Pandjalu, Yuli Prayitno, Angki Purbandono, Astari Rashjid,

Posted In  Galeri dan Budaya and  Lokal

+6221 570 3246 Ext. 5166

MUSEUM KEHUTANAN MANGGALA WANABAKTI, Gelora, Central Jakarta City, Special Capital Region of Jakarta, Indonesia. Jl. Gatot Subroto, Senayan, South Jakarta, Indonesia.

Monday - Friday: 09:00 - 15:00 Closed on Saturday, Sunday & Public Holiday

Tempat Parkir

Manggala Wanabakti Museum Kehutanan adalah satu-satunya museum kehutanan di Jakarta Kota . Diakui pada 24 Agustus , 1983 oleh Presiden kedua Republik Indonesia , Bapak Soeharto , bangunan 1.466m2 ini memiliki dua lantai . Koleksi museum ini berjumlah sekitar 883 artefak . Misinya adalah tetap menjadi pusat informasi dan dokumentasi hutan dan kehutanan Indonesia . Pemandu wisata tersedia dalam bahasa Inggris & Indonesia .

ATRAKSI UTAMA
Artefak & Foto exhiiting kehutanan Indonesia .

Posted In  Lokal and  Museum

(022) 4233291

Landmark Convention Hall, Braga, Bandung City, West Java, Indonesia. JL. Braga 129, Braga, Sumur Bandung, Jawa Barat 40111

GEDUNG Landmark di Jalan Braga Kota Bandung merupakan salah satu gedung peninggalan kolonial yang masih utuh. Dua buah kepala kala masih menghiasi gedung itu. Arcade di bagian depannya juga belum ada perubahan.

Bangunan ini dibangun pada 1922. Didesain oleh C.P. Wolff Schoemaker yang selalu menggunakan ornamen nusantara Batara Kala, dewa penguasa waktu. Selain Gedung Landmark, karya Schoemaker di Bandung adalah Villa Isola, Gedung Merdeka, New Majestic, dan Hotel Preanger.

Pada 1922 gedung ini berfungsi sebagai toko buku. Nama toko tersebut adalah Van Dorp. Toko ini akhirnya tutup pada 1972. Selain di Bandung toko buku yang berpusat di Vatavia (Jakarta) ini juga memiliki jaringan di Semarang, dan Surabaya.

Pada 1980-an tersebut Gedung Landmark menjadi rumah biliar. Sedangkan di lantai dua menjadi bioskop POP. Saat itu bioskop POP melengkapi bioskop yang berada di kawasan Braga, seperti Braga Sky dan Presiden Theater.

Kini Gedung Landmark menjadi gedung serba guna yang bernama Landmark Convention Centre. Setiap minggunya sering digunakan untuk pameran, seperti pameran buku dan komputer. Sedangkan di bagian atasnya digunakan untuk tempat hiburan, night-club/diskotek

Posted In  Bangunan BersejarahGedung Serba GunaLayanan dan Jasa and  Lokal