• My Nearest City

Lokal

Informasi Daftar alamat dan kontak telepon lokal tempat yang dapat di hubungi di kota Jakarta, Bandung dan kota Indonesia lainnya. Temukan tempat tujuan terdekat di kota anda.

(022) 2787766

Jl. Grand Hotel No. 33 E,Lembang,Kabupaten Bandung Barat,Jawa Barat

Sabtu 09.00–20.00 Minggu 08.00–20.00 Senin 09.00–19.00 Selasa 09.00–19.00 Rabu 09.00–19.00 Kamis 09.00–19.00 Jumat 09.00–20.00

Kota Bandung merupakan kota wisata yang sangat pantas dikunjungi ketika libur akhir pekan tiba. Dari banyaknya tempat wisata di Bandung, Floating Market Lembang menjadi satu-satunya wisata terapung di Bandung. Anda akan menemui pasar terapung seperti halnya pasar terapung yang ada di Kalimantan. Bedanya, pasar terapung di Lembang, Bandung ini tidak menjual sayuran, buah-buahan, atau kebutuhan pokok layaknya yang ada di Kalimantan. Pasar terapung di Lembang menyediakan berbagai macam jajanan khas Sunda dan jajanan khas Jawa Barat. Di tempat ini, anda akan merasakan sensasi berwisata kuliner yang berbeda dari yang biasanya.

Konsep Floating Market yang diusung oleh para pengelola adalah pasar terapung dengan konsep pariwisata, bukan konsep perdagangan layaknya di Kalimantan. Para penjual terlihat berada di atas perahu mereka yang berjejer rapi di pinggir danau Situ Umar sambil menjajakan jajanan atau makanan khas Sunda. Para pembeli yang akan membeli tinggal menghampiri salah satu perahu yang menjual jajanan yang diinginkan. Lalu, anda tinggal menunggunya di samping danau. Konsep pasar terapung yang tertata dengan menarik dan rapi ini membuat para pengunjung betah berlama-lama di tempat ini. Pemandangan alamnya juga sangat indah dengan latar belakang Gunung Takuban Perahu yang sangat menyejukkan hati.

Beberapa jenis makanan yang tersedia di wisata terapung di Bandung ini adalah makanan berat, seperti dim sum, surabi, sosis bakar, colenak, tahu lembang, siomay, baso tahu, jagung bakar, jamur bakar, duren bakar, otak-otak, dan masih banyak yang makanan yang lainnya. Untuk jenis makanan ringan penjual biasanya menawarkan harga mulai dari Rp 5.000,- per porsi, sedangkan untuk makanan berat dijual dengan harga yang lumayan mahal, yaitu rata-rata sekitar Rp 36.000,- untuk setiap porsinya. Satu hal yang memudahkan anda ketika berbelanja disini adalah susunan perahu yang tertata rapi yang membuat anda jauh lebih mudah memilih jajanan yang anda suka. Total jumlah perahu yang berada di kawasan ini tidak kurang dari 46 buah. Jumlah perahu yang terbilang melimpah untuk menyediakan berbagai jajanan yang lezat.

Posted In  CafeHangoutHiburanKulinerLokalMasakan InternasionalMasakan SundaOleh-oleh dan JajananPermainan & WahanaRestoran and  Wisata

(022) 2515895

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Jumat 06.00–18.00 Sabtu 06.00–18.00 Minggu 06.00–18.00 Senin 06.00–18.00 Selasa 06.00–18.00 Rabu 06.00–18.00 Kamis 06.00–18.00

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda awalnya berstatus sebagai hutan lindung (Komplek Hutan Gunung Pulosari) yang batas-batasnya ditentukan pada tahun 1922.

Sejak kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 secara otomatis status kawasan hutan negara dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Djawatan Kehutanan.

Kawasan hutan ini dirintis pembangunannya sejak tahun 1960 oleh Bapak Mashudi (Gubernur Jawa Barat) dan Ir. Sambas Wirakusumah yang pada waktu itu menjabat sebagai Administratur Bandung Utara merangkap Direktur Akademi Ilmu Kehutanan, dan mendapat dukungan dari Bapak Ismail Saleh (Menteri Kehakiman) dan Bapak Soejarwo (Dirjen Kehutanan Departemen Pertanian). Pada tahun 1963 sebagian kawasan hutan lindung tersebut mulai dipersiapkan sebagai Hutan Wisata dan Kebun Raya.  Tahun 1963 pada waktu meninggalnya Ir. H. Djuanda, maka Hutan Lindung tersebut diabadikan namanya menjadi Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda untuk mengenang jasa-jasanya dan waktu itu pula jalan Dago dinamakan jalan Ir. H. Djuanda.

Untuk tujuan tersebut, kawasan tersebut mulai ditanami dengan tanaman koleksi pohon-pohonan yang berasal dari berbagai daerah.  Kerjasama pembangunan Kebun Raya Hutan Rekreasi tersebut melibatkan Botanical Garden Bogor (Kebun Raya Bogor) , dengan menanam koleksi tanaman dari di Bogor.

Pada tanggal 23 Agustus 1965 diresmikan oleh Bapak Gubernur Mashudi sebagai Kebun Raya Hutan Rekreasi lr. H. Djuanda sebagai Embrio Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang dikelola oleh Dinas Kehutanan (dulu Djawatan Kehutanan Propinsi Jawa Barat).

Posted In  Bangunan BersejarahEdukasi & KursusGaleri dan BudayaHangoutMuseumRuang Publik and  Wisata

075131523

Jl. Diponegoro, Belakang Tangsi, Padang Bar., Kota Padang, Sumatera Barat. Museum Adityawarman, Jalan Diponegoro, Belakang Tangsi, Padang City, West Sumatra, Indonesia

Museum Adityawarman berada di pusat kota Padang, Propinsi Sumatera Barat dan sudah mulai dibangun pada tahun 1974 yang kemudian diresmikan tanggal 16 Maret 1977. Pemberian nama “Adityawarman” Pada tanggal 28 Mei 1979, yang nama sebelumnya adalam Museum Negeri Propinsi Sumatera Barat . Nama Adityawarman dikutib dari nama seorang penguasa atau Raja besar yang dulunya pernah berkuasa di Minangkabau, satu jaman dengan Kerajaan Majapahit pada masa kejayaan Patih Gajah Mada.
Museum Adityawarman adalah sebuah museum budaya yang terpenting di propinsi Sumatera Barat. Museum ini difungsikan sebagai sebuah tempat untuk menyimpan dan juga melestarikan benda-benda bersejarah seperti halnya cagar budaya yang berasal dari Minangkabau, cagar budaya dari Mentawai dan cagar budaya seluruh Nusantara. Untuk menjaga kelestarian dari koleksi benda-benda yang bernilai sejarah tersebut, pemerintah kawasan setempat juga membentuk sebuah tim kecil yang tugasnya adalah sebagai sebagai tenaga educator, preparator, konservator serta pustakawan. Lokasinya berada di Jl.Diponegoro no : 10 , Kota Padang, Propinsi Sumatra Barat.

Musium ini juga menjadi salah satu objek wisata yang terdapat di kota padang, Anda dapat mengajak keluarga Anda menuju musium ini untuk mengetahui berbagai macam kebudayaan minang.

Posted In  Lokal and  Museum