Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Taman Nasional Teluk Cenderawasih, West Papua, Indonesia

Sen: 7:30 - 16:00 Sel: 7:30 - 16:30 Rab-Jum: 7:30 - 16:00

+62 986 212303 / +62 986214719

Teluk Cendrawasih adalah sebuah taman nasional yang terletak di Pulau Papua. Secara administratif, taman nasional ini berada di wilayah Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat, dan Kabupaten Paniai, Propinsi Papua, Indonesia. Taman nasional ini merupakan taman nasional perairan laut terluas di Indonesia. Taman Nasional Teluk Cendrawasih memiliki luas 1.453.500 hektar yang terdiri dari pesisir pantai, daratan, pulau-pulau, terumbu karang, dan perairan.

Teluk Cendrawasih sangat kaya akan flora dan fauna. Tercatat, 14 jenis flora yang dilindungi berada di sini. Sebagian besar terdiri dari jenis pohon kasuarina. Selain itu, di taman nasional ini juga terdapat 36 jenis burung, yang 18 di antaranya dalam status dilindungi. Perairan Teluk Cendrawasih juga tak kalah kayanya. Terdapat 196 jenis moluska, 209 jenis ikan, dan beberapa spesies penyu seperti penyu sisik, penyu hijau, atau penyu belimbing. Anda juga bisa menemui paus dan lumba-lumba hidup bebas di kawasan ini. Kedua jenis hewan ini dapat tinggal dengan tenang sini karena tidak ada pemburu paus ataupun lumba-lumba, serta berlimpahnya makanan yang disediakan Teluk Cendrawasih bagi mereka.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Taman Nasional Teluk Cendrawasih sangat kaya akan ikan. Terdapat kurang lebih 209 jenis ikan di kawasan ini, diantaranya angelfish, butterflyfish, rabbitfish, parrotfish, dan anemonefish. Berbagai jenis moluska juga menghiasi lautan, seperti keong cowries (Cypraea spp.), keong strombidae (Lambis spp.), keong kerucut (Conus spp.), dan lain sebagainya. Satwa-satwa air lain nan eksotis juga tinggal di perairan ini, contohnya penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), lumba-lumba, dan hiu.

Tempat-tempat Menarik
Teluk Cendrawasih menyajikan beragam hal menarik yang siap dijelajahi para pengunjunggnya. Jika ingin melakukan wisata bahari, Pulau Nusrowi, Pulau Yoop, dan Pulau Mioswaar dapat menjadi pilihan yang menarik. Di perairan pulau-pulau ini, pengunjung dapat menikmati keindahan bawah laut yang penuh warna yang sangat cocok digunakan untuk lokasi menyelam. Selain itu, pengunjung juga dapat mengamati perilaku ikan paus dan lumba-lumba yang hidup bebas di sini.

Jika ingin menjelajahi gua, kunjungi saja Pulau Mioswaar. Di sini terdapat gua alam peninggalan zaman purba dan juga sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam. Gua ini merupakan gua bersejarah karena di dalamnya terdapat kerangka leluhur etnik Wandau. Konon, merekalah kelompok manusia pertama yang datang ke pulau ini. Di Pulau Numfor, juga terdapat sebuah gua yang di dalamnya terdapat tengkorak manusia serta piring-piring antik dan peti-perti berukir.

Jika menginginkan pengalaman yang sedikit berbeda, anda bisa mencoba mengunjungi Tanjung Mangguar. Di sini, terdapat gua dalam air dengan kedalaman 100 kaki. Selain itu, terdapat peninggalan-peninggalan dari abad 18 masih bisa dijumpai di beberapa tempat seperti di Wendesi, Wasior, dan Yomber. Umat Kristiani juga banyak yang berkunjung ke gereja di desa Yende (Pulau Roon), hanya untuk melihat kitab suci terbitan tahun 1898.

Selain itu, masih ada Pulau Rumberpon yang menawarkan berbagai pengalaman menarik. Di pulau ini, pengunjung dapat melakukan pengamatan terhadap burung, penangkaran rusa, wisata bahari, dan juga dapat melihat kerangka pesawat tempur Jepang yang tenggelam saat perang dunia II.


Visited 641 times, 3 Visits today

Mari Berdiskusi

Silahkan Review

Notify
avatar
wpDiscuz

Orang lain juga mencari

Monumen Kapal Selam, atau disingkat Monkasel, adalah sebuah museum kapal selam yang terdapat di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Terletak di pusat kota, monumen ini sebenarnya merupakan kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952. Kapal selam ini pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda.

Kapal Selam ini kemudian dibawa ke darat dan dijadikan monumen untuk memperingati keberanian pahlawan Indonesia. Monumen ini berada di Jalan Pemuda, tepat di sebelah Plasa Surabaya. Selain itu di tempat ini juga terdapat sebuah pemutaran film, di mana ditampilkan proses peperangan yang terjadi di Laut Aru. Jika ingin mengunjungi tempat wisata ini, maka akan ditemani oleh seorang pemandu lokal yang terdapat di sana

Ada cerita unik di balik hadirnya monumen Kapal Selam ini. Pada suatu malam Pak Drajat Budiyanto yang merupakan mantan KKM KRI Pasopati 410 (buatan Rusia) ini dan juga mantan KKM KRI Cakra 401 (buatan Jerman Barat), bermimpi diperintahkan oleh KSAL pada waktu itu untuk membawa kapal selam ini melayari Kali Mas. Ternyata mimpi itu menjadi kenyataan. Dia ditugaskan untuk memajang kapal selam di samping Surabaya Plaza. Caranya dengan memotong kapal selam ini menjadi beberapa bagian, kemudian diangkut ke darat, dan dirangkai dan disambung kembali menjadi kapal selam yang utuh.

(Sumber)

Posted In  Lokal and  Museum

Museum menawarkan pengalaman yang unik bagi pengunjung. Temukan kisah keluarga pendiri dan pengembangan bisnis Sampoerna, dan mengamati fasilitas produksi linting tangan nyata dengan lebih dari 400 perempuan linting rokok pada kecepatan lebih dari 325 batang rokok per jam.

Posted In  Lokal and  Museum

Museum Angkut adalah salah satu tempat wisata di Malang yang terbilang masih baru. Tapi baru beberapa tahun keberadaannya museum yang satu ini telah menyedot pengunjung yang lumayan banyak. Banyak pengunjung dari berbagai daerah datang ke sini karena museum yang satu ini memang cukup unik dan satu-satunya di Indonesia.

Museum Angkut menyuguhkan tema transportasi dengan menyajikan koleksi aneka macam alat transportasi dari berbagai jaman dan berbagai tempat di dunia. Di sini pengunjung bisa mengetahui sejarah transportasi dunia khususnya di Indonesia. Dengan membayar harga tiket masuk Museum Angkut yang cukup terjangkau anda bisa menyaksikan berbagai zona transportasi yang dipamerkan dengan latar belakang kota yang berbeda-beda dan sangat bagus bahkan mirip dengan aslinya.

Posted In  Destinasi LiburanHiburan and  Wisata