• My Nearest City

Toko Obat Jamu dan Rempah di Bandung

(022) 4238517

Babah Kuya, Jalan Pasar Barat, Kebon Jeruk, Bandung City, West Java, Indonesia. Jln. Pasar Selatan No. 33, Pasar Baru Kota Bandung 40181 Bandung Jawa Barat

2B137848

Toko Babah Kuya Berdiri semenjak 1800-an, toko yang menyediakan ratusan rempah dan jamu ini hingga kini mampu bertahan melawan arus modernitas. Di tengah kepungan ragam obat pabrik farmasi, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, toko ini masih setia menyediakan beraneka herba secara komplit. Ada herba yang tergolong langka dan hampir punah, dan ada pula yang merupakan penemuan baru. Contohnya adalah daun kitolot, daun murbai, jamur kayu, red papua, kulabet, antanan, antehai, cabai jawa, sambiloto, cecenet, atau jahe merah. Sebagian besar bahan rempah dan herba ini dijual sudah dalam keadaan kering, dan sebagian lagi digiling.

Begitu memasuki tokonya, aroma rempah-rempah tersebut sudah menggelitik dan menyergap hidung. Sementara itu, puluhan tong dan stoples ukuran besar berisi rempah juga tak mau ketinggalan menyambut pelanggan. Pengunjung yang kebingungan dalam memilih jenis jamu yang cocok pun tak perlu khawatir. Sang pemilik, Iwan Setiadi, dan pegawainya siap memberikan konsultasi agar pengunjung bisa mendapatkan obat yang sesuai dengan penyakitnya. Begitu pula dengan cara penyajiannya. Para pelanggan tak perlu ragu untuk bertanya mengenai cara mengolah jamu yang dibeli.

Walau menjual rempah dan jamu, bukan berarti Toko Babah Kuya lari dari ilmu pengetahuan tentang obat-obatan. Sang pemilik, mengumpulkan berbagai buku referensi mengenai rempah-rempah mulai dari Belanda, Korea, hingga ke Cina. Karena itu semua jamu yang dijajakan di Toko Babah Kuya sudah tercantum dalam buku referensi yang menerangkan khasiatnya.

Karena itu jangan heran jika toko Babah Kuya memiliki pelanggan puluhan tahun yang masih setia datang ke toko ini untuk berobat. Bahkan sehari-harinya aktivitas jual-beli rempah terlihat sangat ramai, dengan pelanggan yang terkadang mengantri untuk memesan jamu. Pelanggannya pun tidak hanya dari kalangan pribumi, tetapi juga orang-orang Belanda dan keturunan Cina.

Hingga kini, toko obat Babah Kuya sudah beralih tangan dalam empat generasi. Dulunya toko ini didirikan oleh Tan Sioe How di Jl. Pasar Barat, tahun 1910. Namun, referensi lainnya menyebutkan bahwa kemungkinan toko ini sudah berdiri lebih awal, yaitu tahun 1800-an. Tan sendiri, bersama dengan keluarga Achsan, merupakan perintis usaha perdagangan di kawasan ini.(DOK/PR)

Posted In  Toko dan Pasar and  Toko Obat