Museum Kanker Indonesia-YKW

Jl. Kayun 16-18, Surabaya, Indonesia. Museum Kanker Indonesia, Embong Kaliasin, Surabaya City, East Java, Indonesia

0315322375

Museum Kanker Indonesia-YKW, Jl. Kayun 16-18, Surabaya, Indonesia adalah satu-satunya museum kanker di dunia. Sarana pariwisata, sosialisasi/edukasi kanker


Visited 1283 times, 1 Visits today

Add a Review

Rate this by clicking a star below:

 

Orang lain juga mencari

Lavon Swan City merupakan perumahan baru di tangerang yang dikembangkan oleh developer ternama Swan City. Perumahan Lavon Swan City, sebuah hunian baru yang akan menjadi kota mandiri di Tangerang. Perumahan Lavon Swan City terletak di Cikupa Tangerang, lokasinya sangat strategis  1 Km dari exit Tol Cikupa serta memiliki akses mudah ke Serpong dan Jakarta. Di masa mendatang akan di bangun Moda tranportasi umum MRT Balaraja – Cikarang Dan Toll Serpong – Balaraja, Serta Toll langsung ke  Soekarno Hatta Air Port.Perumahan Lavon Swan City, sebuah hunian baru yang akan menjadi kota mandiri di Tangerang. Lokasinya yang berada Jalan Raya Pasar Kemis dengan exit tol Cikupa km 31, Tangerang Indonesia. 

KEUNGGULAN

Lavon Swan City Cikupa Tangerang Di bangun Diatas lahan seluas 2.600 Hektar Dengan 3 Konsep :

1. Membuat Area CBD baru di Cikupa dengan membangun hotel bintang 5, Supermall, Sekolah bertaraf Internasional Serta Perkantoran

2. Membangun Infrastruktur yang menghubungkan perumahan dengan Tol dan Stasiun MRT.

3. ECO Bussines Park yaitu dengan mengembangkan 3 komponen industri diantaranya Science Industry, Technology Industry dan Creative Industry.

 

Cluster Lavon Swan City Cikupa Tangerang meliputi : Cluster Lavon Allura, Cluster Lavon Gracia, Cluster Lavon Corona, Cluster Lavon Enchanta, Cluster Lavon Lavisa, Cluster Lavon Grandura, Cluster Lavon Regalia, Ruko Lavon Gravitas

SPESIFICATION

Structure : Reinforced Concrete

Wall : Light Brick Wall

Roof : Ceramic Roof Tile

Ceiling : Gypsun Board For Dry Area

Windows : Aluminium Frame

 

DOOR 

Main Entrace : Solid Engineering Wood

Bedrooms : Honeycomb Engineering Wood

Bathrooms : Honeycomb Engineering Wood

 

FLOORING 

Living – Dining : Homogeneous Tile

Bedroom : Homogeneous Tile

Kitchen : Homogeneous Tile

Bathrooms : Homogeneous Tile

Service Area : Ceramic Tile

 

WALL FINISHING 

External : Gypsun board with emulsion paint

Internal : Homogenous tile

Bathrooms : Counter top, Kitchen sink, stove & hood provided

 

INSTALATION 

Sanitary : TOTO or equivalent

Water : PAM

Electrical : 3.500 Watt

 

Lavon Swan City selain membangun Lavon Marketing  Gallery atau MAP dan Club House di daerah Cikupa Tangerang Banten. Juga akan di bangun beragam fasilitas seperti : Eco Corridor dengan taman, danau, jalan khusus untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda. Club House dengan facilities premium. Dibangun diatas lahan seluas 4 hectare, dimana akan terdapat kolam renang, indoor dan outdoor playground, kids pool, tennis court, playground, gym, yoga room, multi purpose hall, reading room, entertainment room dan golf club. Commercial area, dengan luas 4,8 hector. Beragam retail arcade dengan lokasi dan view terbaik dan juga F&B Outlet tersedia. Kedaton Golf Course, Akses mudah ke jalan tol menuju Jakarta, Lavon Swan City berfungsi sebagai main transit hub di Tangerang.

 

Lavon Swan City sebagai sebuah hunian bernuansa investasi masa depan. 4 komponen utama yang membuat Lavon City Cikupa sebagai investasi properti yang sangat patut dipertimbangkan : Strategis Location, dimana memiliki akses langsung ke stasiun MRT dan dekat dengan tol akses Cikupa. Premium Specifications, developer Lavon City memberikan spesifikasi premium dengan kualitas terbaik sesuai dengan standard international sehingga membuat ketangguhan dan ketahanan material dapat dipercaya. Eco Corridor. Mengenalkan gaya hidup eco corridor kepada penghuni kota Lavon. Dengan Eco Corridor, jalanan terbagi sesuai dengan fungsinya. Main road section sebagai akses jalan utama; service access dan bicycle way dimana penghuni dapat menikmati mengendarai sepeda dengan nyaman. Good Transportation Infrastructure, didukung dengan MRT hub yang terletak tepat didepan LAVON City sehingga memudahkan mobilitas penghuni ke kota lainnya. Beragam akses jalan tol juga tersedia sehingga memudahkan menuju ke Airport SOETA, Serpong dan Jakarta.

Lavon Residence Property, Developer by Swan City Cikupa Tangerang., spesifikasinya adalah : total lahan  2,600 ha dimana untuk Lavon 1 : 60 Ha  dan lavon 2 : 74 Ha.  Dari 2 rencana tersebut, dijelaskan oleh  Swan City bahwa  jika pembangunan Lavon 1 sudah dimulai. Maka pembangunan  Lavon 2 akan dimulai pada November 2018 dan di serah terimakain kepada konsumen pada Q3 tahun 2020. Khusus untuk  Lavon 2 berada di lokasi 74 Ha dengan jumlah unit 1.435 dalam 5 cluster. Nantinya dari kondisi yang ada, maka Lavon 2 ini akan berisi  3 tipe rumah  ( tipe F,G,H).

 

Fasiltas yang nantinya akan bisa di nikmati oleh konsumen. Dari mulai Clubhouse seluas 4 hektar dengan fasilitas bintang 5. Ada multi-purpose hall, indoor dan outdoor children playground, gym room, yoga room, entertaiment room, karaoke room hingga reading room.

 

Fasilitas lainnya yang disedikan untuk konsumen adalah : Eco Corridor dengan taman, danau, jalan khusus untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda. Club House dengan facilities premium. Dibangun diatas lahan seluas 4 hectare, dimana akan terdapat kolam renang, indoor dan outdoor playground, kids pool, tennis court, playground, gym, yoga room, multi purpose hall, reading room, entertainment room dan golf club. Commercial area, dengan luas 4,8 hector. Beragam retail arcade dengan lokasi dan view terbaik dan juga F&B Outlet tersedia. Kedaton Golf Course. Akses mudah ke jalan tol menuju Jakarta. Lavon Swan City berfungsi sebagai main transit hub di Tangerang.

 

Sementara spesifikasi dasar dari tipe rumah yang di tawarkan oleh pengembang adalah : Type  F : LT/LB : 54m2/119 m2 dengan dengan 3+1 bedroom serta 2+1 k. mandi,  harga  penawaran awal Rp1,3 miliaran. Sedangkan 2 tipe lainya  Type G : LT/LB : 63m2/146m2   dengan  4+1 bedroom serta 3=1 k. mandi. Untuk Type H  : LT/LB : 72m2/ 164 m2 spesifikasinya LT/LB  : 72 m2/ 164m2 dengan 4 + 1 bedroom serta 3+1 k.mandi.

 

Informasi:

Lavon Swan City

Jl. Suvarna Sutra Boulevard No. 19, Pasar Kemis, Wana Kerta, Sindang Jaya, Pasir Gadung, Cikupa, Tangerang, Banten 15560

 

08119391968

LAVON SWAN CITY CIKUPA TANGERANG

 

Lavon Swan City, Lavon Tangerang, Lavon Cikupa, Perumahan Lavon, Swan City Cikupa, Lavon Residence, Lavon Swan City Harga, Swan City Tangerang, Lavon Swan City Tangerang, Developer Swan City, Swan City Developer, Swan City Lavon, Lavon By Swan City, Lavon Marketing Gallery, Developer Lavon Swan City, Perumahan Lavon Cikupa, Lavon Swan City Cikupa, Perumahan Lavon Swan City, Lavon City Cikupa, Lavon Property, Harga Lavon Swan City, Perumahan Lavon Tangerang, Lavon Alam Sutera, Lavon Cikupa Tangerang, Lavon Developer, Lavon Real Estate

Posted In  Advertising & Desain GrafisArsitek & Desain InteriorGaleri dan BudayaIndustri LainnyaLingkungan and  Wisata

Dago Tea House terletak di kawasan Dago pada ketinggian 600 meter dari permukaan laut. Udara yang sejuk membuat pengunjung betah bersantai dan menikmati makanan dan minuman di sini. Anda dapat melewati Jalan Ir. H. Juanda untuk mencapai tempat ini hingga hampir ujung utara jalan ini.

Meski pada awalnya merupakan tempat untuk minum teh dan makan atau restoran, belakangan tempat ini diubah menjadi Taman Budaya Provinsi Jawa Barat. Di Taman Budaya Jawa Barat ini sering digelar berbagai pentas kesenian dan budaya Sunda. Belakangan namanya diubah menjadi Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat dibawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemda Provinsi Jawa Barat.

Tujuan didirikan Taman Budaya ini adalah sebagai pusat kebudayaan Jawa Barat atau cagar budaya. Di tempat ini sering diadakan pertunjukkan di tempat pertunjukkan dan teater terbuka. Lalu juga terdapat galeri seni yang menampilkan berbagai seni tradisional Jawa Barat. Terdapat juga ruang workshop untuk berbagai kegiatan seni dan budaya. Setiap minggu di tempat ini selalu ada pertunjukkan dan pagelaran seni serta budaya. Sedangkan setiap akhir tahun pada malam pergantian tahun, Taman Budaya menyelenggarkan pertunjukan Bajidoran.

Posted In  Galeri dan BudayaHiburanKulinerLokalRestoran and  Wisata

Monumen Kapal Selam, atau disingkat Monkasel, adalah sebuah museum kapal selam yang terdapat di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Terletak di pusat kota, monumen ini sebenarnya merupakan kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952. Kapal selam ini pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda.

Kapal Selam ini kemudian dibawa ke darat dan dijadikan monumen untuk memperingati keberanian pahlawan Indonesia. Monumen ini berada di Jalan Pemuda, tepat di sebelah Plasa Surabaya. Selain itu di tempat ini juga terdapat sebuah pemutaran film, di mana ditampilkan proses peperangan yang terjadi di Laut Aru. Jika ingin mengunjungi tempat wisata ini, maka akan ditemani oleh seorang pemandu lokal yang terdapat di sana

Ada cerita unik di balik hadirnya monumen Kapal Selam ini. Pada suatu malam Pak Drajat Budiyanto yang merupakan mantan KKM KRI Pasopati 410 (buatan Rusia) ini dan juga mantan KKM KRI Cakra 401 (buatan Jerman Barat), bermimpi diperintahkan oleh KSAL pada waktu itu untuk membawa kapal selam ini melayari Kali Mas. Ternyata mimpi itu menjadi kenyataan. Dia ditugaskan untuk memajang kapal selam di samping Surabaya Plaza. Caranya dengan memotong kapal selam ini menjadi beberapa bagian, kemudian diangkut ke darat, dan dirangkai dan disambung kembali menjadi kapal selam yang utuh.

(Sumber)

Posted In  Lokal and  Museum

Museum menawarkan pengalaman yang unik bagi pengunjung. Temukan kisah keluarga pendiri dan pengembangan bisnis Sampoerna, dan mengamati fasilitas produksi linting tangan nyata dengan lebih dari 400 perempuan linting rokok pada kecepatan lebih dari 325 batang rokok per jam.

Posted In  Lokal and  Museum

Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta (Hanacaraka: ꦠꦩꦤ꧀ꦱꦫꦶꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦡ, Tamansari Ngayogyakarta) adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan “The Fragrant Garden” ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.

Konon, Taman Sari dibangun di bekas keraton lama, Pesanggrahan Garjitawati, yang didirikan oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai tempat istirahat kereta kuda yang akan pergi ke Imogiri. Sebagai pimpinan proyek pembangunan Taman Sari ditunjuklah Tumenggung Mangundipuro. Seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh Bupati Madiun, Tumenggung Prawirosentiko, besrta seluruh rakyatnya. Oleh karena itu daerah Madiun dibebaskan dari pungutan pajak. Di tengah pembangunan pimpinan proyek diambil alih oleh Pangeran Notokusumo, setelah Mangundipuro mengundurkan diri. Walaupun secara resmi sebagai kebun kerajaan, namun bebrapa bangunan yang ada mengindikasikan Taman Sari berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir jika istana diserang oleh musuh. Konon salah seorang arsitek kebun kerajaan ini adalah seorang Portugis yang lebih dikenal dengan Demang Tegis.

Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.

(Sumber)

Posted In  Bangunan Bersejarah and  Lokal

Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI) didirikan di Jakarta, 24 Juni 2004 oleh Gayatri Pamoedji, seorang ibu dari remaja penyandang autis dan sekelompok pemerhati masalah autisme di Indonesia. MPATI merupakan yayasan nirlaba yang memfokuskan kegiatannya pada pemberdayaan orang tua, guru dan terapis agar mampu memberikan pendidikan dan bimbingan yang tepat bagi anak penyandang autis. MPATI juga berupaya untuk dapat menjadi pusat informasi mengenai autisme di Indonesia.

Hingga saat ini, MPATI telah berhasil membina kerjasama dengan yayasan lain di Indonesia dan Australia (ISADD & YISADDI, Yayasan Interventions Services for Autism Delay Disorder) dalam menyusun program, mengaplikasikan dan menyebarluaskan informasi tentang penanganan autisme.

Sumber dana yang dimiliki yayasan didapatkan dari hasil seminar, workshop, penjualan buku, sumbangan dari bank swasta, bank pemerintah, pengurus yayasan dan donatur perorangan. Laporan keuangan tahunan diperiksa dan diaudit oleh akuntan terdaftar.

Posted In  Layanan dan Jasa and  Yayasan

Museum Tsunami Aceh (bahasa Inggris: Aceh Tsunami Museum) adalah sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 sekaligus pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi.

Museum Tsunami Aceh dirancang oleh arsitek asal Indonesia, Ridwan Kamil. Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Di dalamnya, pengunjung masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi — untuk menciptakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami. Dinding museum dihiasi gambar orang-orang menari Saman, sebuah makna simbolis terhadap kekuatan, disiplin, dan kepercayaan religius suku Aceh.[2] Dari atas, atapnya membentuk gelombang laut. Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan tsunami.[1]

Bangunan ini memperingati para korban, yang namanya dicantumkan di dinding salah satu ruang terdalam museum, dan warga masyarakat yang selamat dari bencana ini.[2]

Selain perannya sebagai tugu peringatan bagi korban tewas, museum ini juga berguna sebagai tempat perlindungan dari bencana semacam ini pada masa depan, termasuk “bukit pengungsian” bagi pengunjung jika tsunami terjadi lagi.

(Sumber)

Posted In  Galeri dan BudayaLokal and  Museum